Banyak orang yang menyebut tentang penderitaan batin karena tekanan kesepian. Dia merasa terlunta-lunta terkepung sendirian, di kiri kanan tidak ada teman, kita sebagai tercecer sendirian, mahluk yang lain jauh dari kita, laksana seorang tersesat dan tersesak dalam hutan belantara, bersorak sekeras-kerasnya yang menjawab tidak ada, kecuali si pongang yang kian banyak yang mnejawab kian jelas kesepiannya.
Kesepian sangatlah berbahaya. Dia bisa menyebabkan orang jadi gila atau bertutur seorang diri dengan tidak ada yang menemani, kesudahannya putus asa dari hidup itu sendiri, sehingga banyak orang yang bunuh diri karena padang telah tersesak ke rimba. Perempuan-perempuan tersesat langkahnya, dia bersuami, tetapi karena merasa sepi di rumah, lalu berteman dengan laki-laki lain untuk mengembalikan kegembiraan hati, padahal mengobat kesepian dengan pelanggaran bukanlah mengobat kesepian itu, melainkan laksana orang haus meminum air laut, tambah diminum tambah haus, atau laksana pemuda tersesat memakai narkotika, hanya pada mulanya saja merasa diri "fly", terbang dalam dunia khayal, namun kenyataannya diri jadi lekung dan kurus, kehilangan daya dan remuk tidak diharap bangkit lagi.


