Tampilkan postingan dengan label Dari Hati Ke Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dari Hati Ke Hati. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Februari 2014

Tak Ada Kesepian

,
Banyak orang yang menyebut tentang penderitaan batin karena tekanan kesepian. Dia merasa terlunta-lunta terkepung sendirian, di kiri kanan tidak ada teman, kita sebagai tercecer sendirian, mahluk yang lain jauh dari kita, laksana seorang tersesat dan tersesak dalam hutan belantara, bersorak sekeras-kerasnya yang menjawab tidak ada, kecuali si pongang yang kian banyak yang mnejawab kian jelas kesepiannya.

Kesepian sangatlah berbahaya. Dia bisa menyebabkan orang jadi gila atau bertutur seorang diri dengan tidak ada yang menemani, kesudahannya putus asa dari hidup itu sendiri, sehingga banyak orang yang bunuh diri karena padang telah tersesak ke rimba. Perempuan-perempuan tersesat langkahnya, dia bersuami, tetapi karena merasa sepi di rumah, lalu berteman dengan laki-laki lain untuk mengembalikan kegembiraan hati, padahal mengobat kesepian dengan pelanggaran bukanlah mengobat kesepian itu, melainkan laksana orang haus meminum air laut, tambah diminum tambah haus, atau laksana pemuda tersesat memakai narkotika, hanya pada mulanya saja merasa diri "fly", terbang dalam dunia khayal, namun kenyataannya diri jadi lekung dan kurus, kehilangan daya dan remuk tidak diharap bangkit lagi.

Persatuan Umat Islam

,
Mengapa Kaum Muslimin mundur?
Mengapa orang lain maju?

Pada tahun 1348 H (1930 M) berkirim suratlah Syaikh Muhammad Basiuni Imran Maharaja Imam, Mufti dari Kerajaan Sambas (Kalimantan Barat) kepada Sayid Muhammad Rasyid Ridha, yang menerbitkan dan memimpin Majalah " Almanar" di Cairo, Mesir. Isi surat itu ialah menanyakan dua soal yang penting.

Yang pertama ialah : 

"Apakah yang jadi sebab Kaum Muslimin menjadi lemah dan hina, padahal Tuhan telah bersabda di dalam Al-Qur'an :

"Bagi Allah-lah kemuliaan dan bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang yang beriman"

Yang kedua ialah : 

"Apa sebab orang-orang bukan Islam,baik orang Eropa atau orang Amerika , atau bangsa Jepang? Mungkinkah Kaum Muslimin mengejar kendaraan mereka, kalau berjalan sekencang mereka, dengan tetap memelihara syi'ar-syi'ar agama mereka?"

Orang yang bertanya, meminta agar supaya pertanyaan ini dijawab di dalam majalah Almanar tersebut, majalah yang telah terkenal tersebar di seluruh "Alam Islamiy, dibaca oleh pemimpin-pemimpin Islam, dan supaya dimuat berturut-turut.

Kamis, 13 Februari 2014

Menanduk Gunung

,
"Wahai orang yang hendak menanduk gunung, karena ingin menghancurkannya, kasihanilah kepalamu, tak usah mengasihani gunung itu".

Sejak tahun 909 sampai tahun 1171 Hijriyah, yaitu dalam masa 262 tahun Kerajaan Fathimiyah yang berideologi Syi'ah, sampai-sampai sengaja didirikan sebuah badan pendidikan yang diberi nama "Darul Hi'mah". Di sana disusun ahli-ahli da'wah yang terampil guna mempropagandakan mahzab Syi'ah itu. Pemimpinnya yang tertinggi bergelar "Da'it Du'at". Siang dan malam mereka datangi kampung-kampung dan mesjid-mesjid dengan biaya beratus-ratus ribu dinar, untuk meyakinkan rakyat akan kebenaran mahzab Syi'ah.

Pada tahun 992 Hijriyah, setelah jenderalnya yag terkenal bernama Jauhar As-Saqliy pulang dari peperangan dengan membawa kemenangan, maka untuk mensyukuri kemenangan itu didirikanlah mesjid Al-Azhar yang di dalamnya didirikan pula madrasah agama. Pokok ajaran yang diutamakan di Al-Azhar itu ialah mahzab Syi'ah.

Adapun rakyat Mesir sendiri sejak 500 tahun sebelum itu telah memegang mahzab Sunni, bahkan yang terbesar ialah penganut mahzab Syafi'i, dan di Mesir itulah Imam Syafi'i dimaqamkan.

Pemerintah Fathimiyah yang telah menguasai Mesir selama dua setengah abad (262 tahun) memuaskan hatinya dengan bekerja keras mengadakan propaganda siang dan malam, akan tetapi mahzab Syi'ah tidaklah terkesan di dalam hati rakyat Mesir. Di hadapan propagandis-propagandis itu, rakyat Mesir mengangguk-anggukan kepalanya seperti orang yang setuju, namun pada hakekatnya mereka tetap berpegang pada mahzab semula, mahzab Syafi'i.
Hey © 2008 Template by:
SkinCorner