Tampilkan postingan dengan label My Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Story. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Desember 2014

Selasa, 02 Desember 2014

Memetik Buah Nona Merah Di Halaman Rumah

,
Ini saya nak cerita tentang pohon buah nona merah yang terdapat di halaman rumah saya. Pohonnya ada dua, kami tidak menanamnya, tetapi ia tumbuh sendiri di halaman rumah. Mungkin benihnya terbawa oleh burung, Wallahu A'lam.

Mulanya sih tak tahu pohon apa ini. Tetapi saat bulan Ramadhan yang lalu, pohon ini berbuah. Hanya ada satu buahnya. Belum sempat kami nak petik, buah tu dah jatuh terburai ke tanah. Tetapi alhamdulillah dua bulan lalu pohon ini berbuah untuk yang kedua kalinya. Kali ini di pohonnya yang setinggi 4 meter lebih bertaburan buah-buahnya. Buahnya berjuntai dan bergerombol di dahan-dahannya yang lentur. Jadi hari Sabtu yang lalu kami panjat pohon tu untuk kami petik buah-buahnya yang sudah berwarna merah. Kami nak peram. Sebab kami tak nak buah tu jatuh lagi dari pohon dan berkecai di tanah.


Nah ni dia buah nona merah yang telah dipetik oleh teman saya Ilham dan Jaka. Pohon ni terpaksa dipanjat sebab kami petik pakai jolok tak bisa. Ha, dua orang kawan saya ni tunjukkkan buah nona merah yang mereka petik.

Buah nona merah ni belum begitu masak. Jadi kami akan peram selama tiga hari lamanya.

Jumat, 19 September 2014

Miniatur Kapal Dari Tulang Ikan Jebong Di GPKD Expo 2014

,
Kamis sore 18 September 2014 saya menerima beberapa buah gambar dari teman saya Erwandi sang pembuat miniatur kapal layar dari tulang ikan jebong. Erwandi sedang ikut acara pameran yang bernama Gelar Produk Khas dan Unggulan Daerah (GPKD) Expo 2014. Diselenggarakan pada 18-21 September 2014.


Nah ini dia gambar miniatur kapal layar dari tulang ikan jebong karya Erwandi dari Kube Bakau kota Kijang, Bintan yang dipamerkan di GPKD Expo 2014 di Mal Artha Gading Jakarta.


Minggu, 31 Agustus 2014

Foto-Foto Kemeriahan Warga RW 02 Kampung Kuala Lumpur Kijang Kota Dalam Peringatan HUT RI Ke-69

,
Berikut ini foto-foto kemeriahan warga RW 02 Kampung Kuala Lumpur Kel.Kijang Kota saat memperingati HUT RI ke-69 yang saya abadikan.

Kemeriahan Acara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-69 Di RW 02 Kampung Kuala Lumpur Kijang

,
Di penghujung bulan Agustus 2014 ini warga RW 02 Kampung Kuala Lumpur Kijang kota mengadakan acara peringatan HUT RI yang ke-69. Di mulai dengan acara jalan santai yang diikuti tua muda, remaja serta anak-anak di pagi harinya. Berikut di bawah ini beberapa rangkaian foto-foto kemeriahan acara tersebut hasil jepretan dari kamera hp saya.


Ratusan warga RW 02 Kampung Kuala Lumpur Kelurahan Kijang Kota memadati tempat pelaksanaan acara. Apalagi sewaktu even puncak acara kemeriahan, yaitu panjat pinang. Dalam perlombaan panjat pinang ini diikuti oleh ibu-ibu dan juga kaum pria.

Mau lihat video-video kemeriahan acaranya? Silakan tonton video-videonya di bawah ini :

Rabu, 30 Juli 2014

Pantai Trikora Bintan 30 Juli 2014/3 Syawal 1435 H

,
Hari ketiga Hari Raya Idul Fitri. Rencananya saya ingin berangkat ke Pantai Trikora pagi-pagi. Tetapi karena ada pekerjaan yang harus dilakukan, saya berangkat pada pukul 13.00. Dengan membeli dulu nasi bungkus untuk bekal, barulah saya memacu sepeda motor saya menuju ke Pantai Trikora. Cuaca di langit tampak mendung, tetapi belum turun hujan.

Memasuki daerah Kawal dan seterusnya langit makin gelap. Dan benar, sekitar 15 mendekati Pantai Trikora hujan turun dengan derasnya. Alhamdulillah, saya sudah mempersiapkan diri dengan membawa mantel. Sesampainya di Pantai Trikora, hujan masih terus turun mengguyur. Saya berhenti di musholla yang berada di kawasan Pantai Trikora. membuka bekal dan makan di teras musholla.

Pukul setengah 3 sore hujan kadang berhenti, kadang turun tiba-tiba. Saya melangkahkan kaki menuju ke pinggir pantai. Merekam suasana pantai di hari raya ketiga tahun ini. Pantai yang panjangnya lebih dari 1 Km ini dipenuhi ramai pengunjung.


Dan saya bergegas menuju ke musholla untuk menunaikan sholat Ashar begitu terdengar suara azan dari musholla di kawasan pantai Trikora. Setelah menunaikan sholat Ashar dan berjalan mennyusuri pinggiran pasir putih pantai, saya pun naik kembali ke atas sepeda motor saya pulang menuju ke kota Kijang tercinta.

Selasa, 29 Juli 2014

Perjalanan Ke Pulau Penyengat Di Hari Raya Ke-2, 2 Syawal 1435 H

,
Di hari raya Idul Fitri hari yang kedua yaitu 2 Syawal 1435 H/29 Juli 2014, saya mengendarai sepeda motor saya menuju ke kota Tanjung Pinang. Agak siang saya berangkat setelah menyelesaikan pekerjaan. Sekitar setengah jam perjalanan saya sudah sampai ke kota ini. Setelah memarkir sepeda motor, saya berjalanan kaki menuju pelantar untuk menuju ke Pulau Penyengat. Dengan mengantri untuk naik ke perahu motor yang disebut pompong dan membayar ongkos sebesar Rp.5.000 (lima ribu rupiah). Pompong bergerak perlahan membelah lautan menuju ke Pulau Penyengat. Tidak lama, sekitar 15 menit sudah sampai. Ribuan orang datang berkunjung ke pulau ini.

Tahun ini saya hanya berkunjung ke Mesjid Raya Sultan Riau saja di pulau ini, tidak berkeliling. Alhamdulillah saya berkesempatan menunaikan sholat dzuhur berjama'ah di Mesjid Raya Sultan Riau di Pulau Penyengat.

Sabtu, 26 Juli 2014

Kijang, 28 Ramadhan 1435 H

,
Malam ini adalah malam terakhir di bulan Ramadhan 1435 H untuk melaksanakan sholat tarawih. Insya Allah besok malam sudah malam takbiran. Dari tadi pagi sudah banyak orang-orang berbondong-bondong memasuki pusat perbelanjaan di daerah Barek Motor kota Kijang untuk persiapan Idul Fitri. Berlanjut hingga ke malam hari. 

Ada yang beli "air kaleng", yaitu sebutan untuk minuman soft drink, yang biasa dihidangkan di hampir tiap rumah warga kota Kijang dan sekitarnya. Sudah menjadi kebiasaan bertahun-tahun. Air kaleng biasanya dibeli dalam bentuk "kes". "Kes" maksudnya soft drink satu karton:).

Daun-daun ketupat, kue-kue hari raya,langsir dan lainnya, itu yang menjadi buruan pembeli. Tak lupa juga baju kurung (koko), jeans, kaos dan sejenisnya.

Jamaahj sholat tarawih makin maju ke depan. Maksudnya berkurang. Masjid-masjid memutar lantunan mp3 atau kaset ayat-ayat suci Al-Qur'an, bahkan ada juga yang memutar lagu kasidah. Mereka para pengurus masjid dan surau yang bertugas menjadi pantitia amil zakat fitrah menanti dengan sabar orang-orang yang ingin menunaikan (membayar) zakat fitrahnya.

Para penjual kue-kue dan makanan berbuka puasa sebagian besar di beberapa titik di kota ini sudah tidak berjualan lagi.

Bunyi mercon, yang para penjualnya bebas membuka lapaknya di kota ini bertebaran di sepanjang jalan-jalan yang ramai.

Penjual durian, yang buah durian banyak terlihat orang yang menjualnya, karena sepertinya musim durian di bulan ini masih setia menanti para peminat buah duriannya.

Sedikit gambaran suasana di 28 Ramadhan 1435 H di kota Kijang tercinta ini.

Minggu, 27 April 2014

Minggu Pagi 27 April 2014 Di Monumen Relief Antam Kota Kijang

,
Selesai sholat subuh, aku membuka pintu rumah dan melihat ke arah timur ke arah di mana mentari terbit. Tampak sinar kemerahan telah menyembul. Sudah pagi. Di hari minggu pagi 27 April 2014 ini, dengan mengendarai sepeda motorku aku menuju ke monumen relief Antam kota Kijang, kota tercinta ini.

Di lapangan yang luas ini aku melihat warga kota ini, tua muda, besar kecil berkumpul di sini. Ada yang berlari-lari kecil mengelilingi lapangan monumen relief berolah raga, jogging, ada yang bersepeda dan ada juga yang sekedar duduk-duduk serta ada aku yang mengabadikan suasana monumen relief Antam kota Kijang ini di hari minggu pagi.


Hari masih lagi pagi dan sang mentari pun belum meninggi ketika aku menyalakan mesin sepeda motorku dan meninggalkan lapangan monumen relief Antam kota Kijang di hari minggu pagi di 27 April 2014 ini.

Sangrai Biji Kopi Di Kota Kijang

,
Ini video bagaimana aku bersama teman dan adikku mengolah biji kopi menjadi bubuk kopi. Terutamanya dalam dua pekan kebelakangan, hal inilah yang kami lakukan di pagi hari sebagai pekerjaan kami. Biji-biji kopi sebelumnya dijemur terlebih dahulu diterik matahari.

Setelah itu barulah biji-biji kopi yang telah dijemur itu dimasukkkan ke dalam tong besi yang diputar secara manual dan dibakar (sangrai) di atas kayu api. Saat asap sudah mengepul dan terdengar bunyi khas dari dalam tong besi tu, kami angkatlah benda dari pelat besi itu.

Sabtu, 15 Maret 2014

Alhamdulillah, Hujan Turun Pagi Ini Di Kota Kijang

,
Alhamdulillah, pagi ini sekitar pukul sembilan pagi, saat ku lihat jam di hp ku kulihat pukul 09.08 WIB, hujan telah turun mengguyur membasahi kota Kijang yang sudah tiga bulan terakhir ini tidak hujan. Sedari awal pagi sudah terlihat awan mendung menyelimuti kota.

Sabtu, 01 Maret 2014

Kemarau

,
Entah sudah berapa bulan musim kemarau melanda kota Kijang tercinta ini. Ada yang bilang sudah dua bulan, bahkan ada yang bilang sudah tiga bulan. Rerumputan mengering, sumur-sumur di rumah-rumah orang juga banyak yang sudah mengering atau berkurang debit airnya. Alhamdulillah, sumur di rumah aku masih ada airnya.

Pagi ini aku tengok ke rumah kawan aku, air sumurnya sudah berkurang. Bukan mengering katanya. Tetapi sumur ini terlalu banyak yang ambil air di situ. Tambahan lagi alamak.....pompa air kawan aku ni rusak pulak. Sudah terlalu tua mesin tu. Nak hisap air pun sudah tak larat lagi aku tengok. Kecik semacam air yang keluar dari selang.

Sabtu, 22 Februari 2014

Mie Lender

,
Masih di awal pagi lagi di hari Sabtu ni. Pukul 6 waktu Kijang dan kawasan-kawasan yang sewaktu dengannya. Aku dapat sms dari kawan baik aku. Nama dia Rigun. Salah seorang gitaris dahulunya di kota Kijang ni. Nanti kita pergi ngopi e, dia tulis pesan tu. Hm, pukul tujuh pagi aku sudah sampai ke rumah dia yang tak jauh dari rumah aku. Rumah dia kat Kampong Pisang. Kampung seberang.

Aku gonceng dia. Kami berjalan menuju ke pasar (sebutan pasar ni dikhususkan daerah pertokoan di pasar lama kota Kijang dekat mesjid raya Kijang). Ceritanya ni, kami nak pergi ngopi kat kedai kopi Hawai yang ramai dan terkenal tu. Bila kami tengok dah ramai sangat orang kat situ, kami berbalik arah. Kami ngopi kat kedai kopi di tempat lain, tetapi masih juga di kawasan pasar kota Kijang ni.

Apa nama kedai kopi tu, aku tak tahu. Yang pasti kan, kat depan kedai kopi tu ada jual mie lender....Ha...benda ni la yang kitorang cari. Nak makan. Pesan teh o dan kopi goni, dua piring mie lender.


Jenis makanan yang satu ni banyak sekarang ditemui di kota Kijang. Entahlah kat kota lain, aku tak tahu pulak. Kat Tanjung Pinang pun ada jugak e. Sedap dan menyelerakan rasanya.....


Kalau sesiapa datang kat kota Kijang tercinta ni, jangan lupa cari dan makan benda yang satu ni e.

Kamis, 20 Februari 2014

Air Mata Berderai

,
Aku melihat derai air mata bercucuran membasahi dua matanya yang kini memerah. Di antara puluhan atau sampai seratus orang barangkali orang yang berada di pemakaman ini. Pemakaman yang dulunya sempat diberi pelang nama "Taman Terakhir". Km. 25 seberang satu-satunya SPBU di kota tercinta ini.

Liang lahat yang telah digali beberapa jam sebelumnya, sekarang dikerumuni sanak keluarga, handai taulan, tetangga dan orang-orang yang mengenal si fulan yang meninggal dunia kemarin petang di rumah sakit di seberang kantor kecamatan, juga masih di kota ini.

Aku masih teringat petang kemarin sebelum kepergian orang yang terkasih itu dalam hidupnya. Kala itu aku sedang duduk santai sambil menghisap sebatang rokok kretek murahan yang tak usahlah ku sebut namanya. Di temani secangkir kopi di gelas plastik sesaat ku terima telefon dari adik lelakiku yang mengabarkan kematian orang tua itu. Aku beranjak masuk ke dalam rumah mengabarkan berita duka itu pada emakku dan meraih kunci serta menstarter sepeda motorku menuju rumah temanku, juga untuk memberitahukan berita duka itu. Tak lama aku mendengar dari suara speaker toa di masjid kampung atas mengumumkan berita itu juga.

Selasa, 18 Februari 2014

Satu Keinginan

,
Dengar kabar hari ini di Desa Teluk Bakau Kec. Gunung Kijang akan dilaksanakan pembukaan MTQ Bintan. Ingin rasanya hati ini untuk berangkat pergi. Membayangkan dan melihat kemeriahan acara itu.

Semalam, malam semalam, aku membantu temanku Erwan, sang pembuat miniatur kapal dari tulang ikan jebong, packing hasil karya seninya utnuk dibawa dan dipamerkan di arena MTQ Teluk Bintan. Setelah selesai packing, bertiga (aku, Erwan dan Agus) membawa ke tepi jalan masuk kampung kami, tepatnya di depan kedai kopi di Jln. Sribayintan. Tak lama kami menunggu, mobil yang akan membawa barang-barang hasil karya seni Erwan datang. Barang dimasukkan ke dalam mobil. Kami tidak ikut. Ingin pergi ke tempat itu, jauh rasanya. Takut terlalu malam dan tak sanggup mengendarai motor.

Eh, barusan saat aku sedang mengetik cerita ini di depan bengkel servis elektro Mas Sardi, yaitu Rizky Service lewat dari seberang teman emakku. Mak Nor namanya, ia berjalan bersama seorang cucu lelakinya sambil membawa sesuatu.

"Dari mana Mak Nor?" sapaku

"Ini...dari lihat pawai...." katanya

"Di Teluk Bakau ya?" tanya ku

"Iya. Ini nemanin cucu" jawabnya sambil menyeberang jalan.

"Pembukaannya malam ini ya?" tanyaku lagi

"Iya" kata Mak Nor sambil berlalu dan menghilang dari pandangan mataku di balik belokan di samping bengkel servis ini.

Aku memandang langit kota ini. Awan putih laksana kapas bergerak memenuhi dan menutupi langit biru beriringan ditiup sang bayu. Aku ingin ke sana....

Senin, 17 Februari 2014

Memasang Slideshow Pada Posting Artikel Di Blogspot

,
Tanpa basa-basi, bagaimana caranya?
Begini.

1. Masuk ke situs Photosnack
2. Klik sign in


 3. Kamu bisa sign in dengan akun atau email facebook, twitter, google dan yahoo

Minggu, 16 Februari 2014

Gerimis Di 19.21

,
Kemarin malam. Ya, kemarin malam, malam semalam kata orang-orang di kota ini menyebutnya. Tepat di malam Minggu, aku mendengar suara gemerisik dari suara atap seng rumahku. Di 19.21 WIB, langit cerah, purnama telah terlihat meninggi. Irama gemerisik suara hujan gerimis, menyentakkan hatiku. Aku melompat dari pembaringan. Membuka pintu kamar, dan membuka lagi pintu samping rumah.

Aku duduk di depan teras rumahku, memandangi gerimis di malam itu. 19.21, begitu tertera waktu di hp cina ku. 19.21 ia datang tiba-tiba. Titik-titik airnya membekas di tanah kering di depan teras rumah. Aku terus memandangi dan menikmati irama bunyi gemerisiknya yang sudah sebulan tak terdengar dan tak terlihat. Alhamdulillah. Merindukannya.

19.23 WIB, suara gemerisik indahnya menghilang. Menghilang lenyap begitu saja. Bekas tetesan dan titik-titik airnya di tanah menghilang, mungkin menguap. Lesap tak berbekas.

Mungkinkah ini asbab dari sholat istisqa tadi pagi di kota tetangga yang berjarak kurang lebih 20 batu? Dan kota ini, di kota ini yang tidak aku lihat diadakan sholat tersebut mendapat juga percikannya. SubhanAllah...Walhamdulillah...Allahu Akbar.

Untuk Hazen Fariz

,
Jum'at 14 Februari 2014, masih lagi la aku di kota Kijang tercinta ni, bila aku login blog aku ni, aku tengok ada comment kat page blog aku. Comment tu tanggal 12 Februari 2014 pada page "Foto-foto koleksiku". Dari seseorang yang bernama atau dia namakan dirinya kat situ Hazen Fariz. Dia minta tolong aku ambek gambar sekolah-sekolah dahulu tempat dia ni menuntut pelajaran. Dia cakap dah hampir 25 tahun meninggalkan kota Kijang tercinta ni. Entah kat mana Hazen Fariz ni sekarang berada, dia tak cakap pulak. But, ok, no problem. Aku dah promise nak cuba tunaikan janji aku atas permintaan Hazen Fariz ni.

So, pagi-pagi buta ni, sekitar pukul 6 pagi lewat, aku dah mandi, start motor aku pergi berjalan ke tempat mana aku nak ambel gambar sekolah-sekolah mana dahulu Hazen menuntut ilmu. Pertama kali, aku datang ke SDN 003. Ini dia gambar SDN 003 Kijang, Bintan Timur yang sekarang ni dah bertukar nama menjadi SD Negeri 003 Binaan, Bintan Timur. Ini dia gambar-gambarnya :


Gambar Lebih Banyak  Klik Di Sini


Jumat, 14 Februari 2014

Cerita Biasa Saja

,
Di depan sebuah pelataran parkir sebuah swalayan yang baru saja diresmikan di kota Kijang ini. Di Kamis petang 13 Februari 2014, aku mengeluarkan satu-satunya hp yang ada di saku celana ku. Sebuah hp biasa-biasa saja, bukan smartphone, android ataupun symbian. Hp Cina. Tak masalah bagiku, memang itu yang ada padaku dan termampu aku miliki. Bisa, sms, telepon dan sedikit mengambil gambar dengan kamera vga nya. Nikmati dan jalani apa yang ada dalam hidup ini. No problem la. 

Aku memandang ke arah kanan seberang swalayan. Aku bidikkan kamera hp Cina itu ke arah jalan di depan sebuah pujasera di Jalan Hang Jebat kota Kijang. Hp tu tak berbunyi "klik", sebab aku matikan suaranya. Beberapa orang yang lewat di sekitarku memandang. Aku selambe saja. Buat-buat tak tahu. Seperti di bawah ini hasil gambarnya.


Lalu aku memandang ke arah kiri depan swalayan ni. Itu wilayah Kampung Pisang. Jalan depan tu masih termasuk Jalan Trikora kota Kijang. Hm....aku terpikir. Tanah depan tu masih ada kosong tanpa bangunan. Aku arahkan kamera hp Cina ni, ambil gambar tempat tu. Seperti di bawah ini ini hasil gambarnya.



Terpikir dan ada terlintas di pikiranku, ambil gambar dari arah ini sekarang. Manalah tahu kan, apa yang terjadi beberapa bulan bahkan beberapa tahun yang akan datang. Apakah tempat ini masih terlihat sama seperti terlihat di petang Kamis ini, atau sudah berubah?

Hampir jam enam petang, angin masih lagi berhembus kuat tapi taklah sampai menerbangkan atap asbes dan seng rumah-rumah di kota ini. Musim panas masih melanda kota ini. Debu beterbangan. Aku menyalakan mesin sepeda motor ku berkendara di jalan menuju pulang hilang berbaur bersama pengendara lainnya di jalanan petang hampir maghrib.

Kamis, 13 Februari 2014

Memperbaiki Dispenser

,
Tadi pagi masa aku nak minom, aku tengok air galon kat dispenser rumah aku takde air. Air die terkuras habis. Dispenser tu bocor. Mak aku cakap dah dari tadi malam benda tu bocor. Naseb baek aku ada simpan air puteh kat peti sejuk. Nak buat kopi kapucino secangkir, kene la aku masak air sikit kat panci.

Jam dua belas siang....Masya Allah, lupe la..Baru aku ingat nak perbaiki dispenser tu. Aku switch off PC aku. Aku lepas kabel dispenser aku tu. Aku letak kat beranda rumah, aku bukak pakai obeng. Bukak kat belakang dispenser tu, ade 4 baot. Alhamdulillah, bukak die tak susah. Aku tengok mesin dispenser tu. Ape yang janggal e?

Ha...nampak dah. Klep selang menuju tengki pemanas air bahagian kiri ade yang lepas. Bukan lepas malahan, tapi putos, sebab benda tu dah reput.


Aku ambek kunci motor aku, aku start enjin berkendara menuju bengkel...tempat service elektronik kat tepi jalan menuju rumah aku di Jalan Sribayintan ni. Tempat ni dikasi name Rizky Service.....yang punya tempat ni name die Mas Sardi, ade anak buah die, teknisi TV, Mas Pri.

"Mas, ada benda ni tak?" tanya aku sambil tunjukkan klep yang putus tu...
"Ada tuh..ambil aja" kata Mas Sardi

Aku disodorkan kantong kecik berisi puluhan klep tu oleh Mas Pri.
"Aku mintak dua e" kataku sambil tersenyum.

Mereka mengangguk. Dah dapat benda yang aku cari, aku start motor aku nak balek.
"Makasih Mas" kataku pada Mas Sardi

Sampai kat rumah, takde lima menit jarak rumah aku ngan bengkel servis tu, aku langsong pasang klep kat selang bahagian atas sebelah kiri kat tengki pemanas di dalam dispenser tu. Aku pasang due sekali. Biar kuat dan tak mudah lepas. Dan empat buah baot kat belakang dispenser tu aku pasang balek. Aku lap dan bersihkan dispenser tu dengan tisu dan bawak masok rumah.


Aku letakkan dispenser tu kat tempat semula jadi dia berada. Aku pasang galon air kat atasnya. Aku perhatikan dan amati, dah takde bunyi bocor kat dispenser tu. Alhamdulillah, kerja perbaiki dispenser kat rumah selesai.

Ha...ni la satu lagi cerita nyata yang aku mesti hadapi hari ni. Nak ade orang bace ke atau tak cerita ni.....lantak la...Sebab aku ni hanya tules apa yang aku lihat, dengar dan aku rasakan....dan.....mungkin aku ada terlibat dalam watak cerite tu.
Hey © 2008 Template by:
SkinCorner