Minggu, 14 Oktober 2012

Mesjid Yang Terkunci

,
Mesjidnya masih terkunci. Kuncinya ada pada penjaga masjid yang di awal fajar ini terlambat datang ke mesjid. Beberapa ibu-ibu bertelekung (memakai mukenah) duduk dan berdiri di teras mesjid. Tiga atau empat bahkan lima bapak-bapak juga menunggu kebingungan, tak bisa masuk ke mesjid karena mesjidnya masih terkunci. Padahal dari arah seberang kampung sana dan sini, di mesjid dan surau-surau arah utara, selatan, barat dan timur telah terdengar suara panggilan Adzan dari para Muazzin pilihan atau terpilih.

Satu dua ibu-ibu dan bapak-bapak terlihat berbicara, bertanya-tanya gerangan kenapa dan apakah, entah apalah. Pokoknya tentang mesjid yang masih terkunci dan belum dibuka, padahal sudah masuk waktu Adzan Subuh. Aku yang datang dengan berjalan kaki dan agak sedikit mengantuk memilih diam dan tidak ikut dalam pembicaraan mereka. Aku duduk di teras mesjid yang berbentuk tiga anak tangga.

Dari beberapa pembicaraan mereka, akhirnya terdengar juga oleh kupingku...ya Allah...pagi-pagi gini sudah dengar orang sedikit "ribut"...penjaga mesjidnya ketiduran....padahal biasanya dia bangun awal dan datang sebelum para jama'ah lainnya datang.

Beberapa yang lain seperti menanyakan atau saran barangkali....kenapa kunci mesjid dipegang hanya oleh satu orang. Kenapa tidak dibuatkan duplikatnya. Dua orang jama'ah datang menjemput kunci. di rumah penjaga mesjid sang juru kunci. Menyerahkan kunci pada seorang jama'ah untuk membuka pintu mesjid, mungkin ada 6 atau lebih kunci yang dicoba untuk membuka pintu mesjid yang akhirnya bisa dibuka. Maklum, pak tua ini buka sang juru kunci, jadi tidak hafal anak kuncinya. Tanpa Adzan, tak sempat lagi Tahyatul Masjid di subuh ini, langsung iqomah dan imam memimpin sholat subuh .

Inilah kejadian atau menurutku sedikit "tragedi" di mesjid di kampungku subuh ini. Penjaga mesjid yang memegang kunci mesjid ketiduran, jama'ah tak bisa masuk mesjid, tak ada Adzan Subuh hari ini dari mesjid di lingkungan beberapa kampung ini.

Entah kenapa mesjid harus di kunci selepas isya' (biasanya), aku juga kurang tahu. Kalau terjadi hal semacam ini, kunci yang dipegang oleh satu orang dan orang itu ditakdirkan bangun kesiangan, semua jama'ah yang ingin sholat subuh berjama'ah di mesjid jadi kalang kabut. Tertunggu di luar mesjid seperti menunggu bis jemputan yang tak jelas kapan akan tiba. Yang sholat subuh di rumah sih tidak tahu.

Aku jadi ingat saat masih kuliah dulu tahun 90-an di Yogya. Di daerah di Jalan Babarsari tempatku kos, mesjid kecil di kampung itu tak pernah di kunci. 24 jam buka selalu. Padahal biarpun kecil, kalau di kota Kijang mesjid ukuran kecil ini diberi nama surau, mesjidnya seperti umumnya mesjid lainnya, ada kotak amal, amplifier, mikrofon, jam dinding, sajadah dll.

Suatu ketika dan entah untuk berapa kian kalinya di mesjid kecil di Babarsari sering kehilangan amplifier dan kotak amal. Tetapi kami, para jama'ah tenang-tenang saja. Karena aku dan jama'ah mesjid di kampung itu diberi semacam "pencerahan"  atau apa namanya ya...sama Ustadz Muslikhin kalau tak salah namanya. 

"Biarlah dan biarkan mesjid tetap terbuka 24 jam, tidak dikunci. Kalau amplifier dan kotak amal hilang dicuri orang, itu semua bisa kita cari gantinya, kita cari dan beli yang baru. Kita do'akan semoga orang yang mengambi barang-barang itu mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Tetapi kalau iman kita yang hilang, itu yang perlu kita risaukan, tak ada gantinya dan tidak ada jualnya".

Perkataan-perkataan beliau inilah yang membuka pikiran dan hati kami sehingga kami tersenyum ketika lagi dan lagi benda-benda di dalam mesjid hilang dicuri orang.

Kembali lagi cerita nyata di kota Kijang khususnya di kampung atau sekitar kampung ku. Jadi, aku pernah tukar pikiran dengan seorang jama'ah mesjid yang agak jauh dari kampung ku saat bulan Ramadhan yang lalu. Kenapa mesjid-mesjid di hampir sebagian besar di kota Kijang selalu dikunci? Khususnya mesjid di depan mata kami ini.

Dia bilang kalau tak dikunci nanti kotak infaqnya dicuri orang...
Aku jawab...bawa pulang saja kotak infaqnya kalau mau pulang (oleh penjaga mesjid kalau takut hilang)...tapi mesjidnya jangan dikunci. Kasihan kalau ada orang yang tiba-tiba mau taubat tengah malam atau sholat malam atau musafir yang ke mesjid. 

Orang tua itu terdiam dan ia kagum saat aku menceritakan kisah nyata mesjid di tempat aku kos di Babarsari, Tambak Bayan, Yogya. Mesjid kecil yang selalu buka 24 jam dan tidak pernah dikunci. Andai mesjid-mesjid di kota Kijang umumnya ini dan jama'ahnya berpikiran seperti jama'ah mesjid di tempat aku dulu kos sewaktu di Yogya.

Sabtu, 13 Oktober 2012

MasterCard Muslim ; Ada Kompas Penunjuk Kiblat nya

,
Sebuah kompas untuk menunjukkan arah kiblat telah dipasang pada sebuah MasterCard untuk umat Muslim. Bank Al-Hilal, satu bank di Uni Emirat Arab , salah satu negara teluk telah meluncurkan sebuah kartu kredit baru yang sesuai dengan hukum Islam, yang melarang riba, dalam upayanya untuk menarik minat 1,6 Milyar umat Muslim di dunia.

Hukum Islam atau Syari'ah, melarang riba, mengenakan bunga atas pinjaman, karena memungkinkan orang kaya untuk mengeksploitasi orang miskin, menciptakan ketegangan sosial dan ekonomi dan mendorong resiko, menurut para ulama.



Juru bicara MasterCard, James Issokson mengatakan, menurut NBCNEWS.com: "Kami terus melihat meningkatnya permintaan, terutama di Timur Tengah, bagi perbankan Islam pada umumnya, dan lebih khusus lagi dalam kasus kami, untuk kartu yang sesuai dengan syari'ah, berdasarkan prinsip-prinsip Islam"

Kompas yang terdapat pada Muslim MasterCard akan memudahkan seorang Muslim yang menggunakannya untuk menunjukkan arah kiblat saat mereka akan sholat lima waktu.

Pemegang kartu ini juga memiliki akses melakukan voucher perjalanan untuk membayar biaya ibadah haji ke Mekkah, yang diwajibkan pada seorang Muslim untuk melakukannya setidaknya sekali dalam seumur hidup mereka jika mereka memiliki sarana.

Issokson mengatakan: 'Persentase uang yang dihabiskan dalam menggunakan kartu ini disumbangkan ke badan amal lokal. "


Operator kartu kredit sering menghindari pelarangan pengisian bunga dengan mengenakan biaya untuk pemegang kartu bukan suku bunga.

Industri perbankan syari'ah yang besarannya lebih dari 500 dana syari'ah internasional memegang $ 1,5 triliun aset, dua-pertiga sejak industri ini diluncurkan tujuh tahun lalu menurut Gulf Daily News.

Direktur Eksekutif Lembaga Pengawasan Keuangan Bank Sentral Bahrain, Abdul Rahman Al Baker mengatakan di Konferensi Pasar Finansial dan Dana Dunia Islam: "Terlepas dari krisis kredit akhir-akhir ini dan gerak lambat ekonomi global yang berdampak luas, prospek pertumbuhan di pasar efek Syari'ah cenderung menjadi positif. "
Penerjemah : Pat

Pesta Rakyat Simpedes Di Monumen Relief Antam Kijang

,
Ada acara Pesta Rakyat Simpedes di lapangan Monumen Relief Antam Kijang, Bintan Timur hari ini. Acara yang diadakan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tanjungpinang disejalankan dengan penarikan undian Simpedes.

Acara Pesta Rakyat Simpedes ini merupakan acara yang pertama kalinya diadakan di kota Kijang. Tahun-tahun sebelumnya belum pernah diadakan acara Pesta Rakyat Simpedes di kota ini. Di acara PRS ini juga ada juga pertunjukan Reog Ponorogo, Bazaar Produk Lokal dll.


Bagi anda yang ingin meluangkan waktu ayo berkunjung ke PRS (Pesta Rakyat Simpedes) yang diadakan di Monumen Relief Antam Kijang. Di tenda-tenda berwarna putih yang terdapat di lapangan Monumen Relief Antam Kijang ini anda bisa melihat-lihat atau bahkan membeli produk-produk seni atau industri makanan rumah tangga dari kota Kijang, Bintan Timur.




Hey © 2008 Template by:
SkinCorner