Minggu, 30 September 2012

Apanya Yang Ditiru Dan Diteladani

,
Orang-orang Islam di negeri-negeri Islam di zaman kini berlomba meniru meneladan pakaian Barat, dan adat istiadatnya serta jalan hidup mereka, namun perhatian mereka terhadap kemajuan teknologi Barat sangatlah sedikit. 

Sebaliknya dengan orang Barat, seketika bintang Islam bercahaya dan kemajuan Islam memuncak, mereka bersungguh-sungguh mempelajari hikmat filsafat orang Islam. Sampai membawa perubahan yang baik kepada susunan negeri-negeri mereka, sedangkan pakaian dan cara mereka tetap Barat dan tidak berubah.

Maryam Jamilah
(Seorang perempuan Barat yang sangat terpesona oleh Kebudayaan Islam, sehingga dia akhirnya memeluk agama Islam, dan dia adalah seorang Amerika. Beliau mendapat kesan contoh mencontoh dan tiru meniru).

Penjajahan Barat

,
Penjajahan Barat di samping bencana berbagai ragam yang mereka tumpahkan kepada kaum Muslimin, dengan berbagai fitnah, mengusahakan keruntuhan kekuasaannnya, dan merampas tanah-tanahnya, namun semuanya ini belumlah berarti apa-apa jika dibandingkan dengan usaha mereka memaksakan kepada Dunia Islam yang mereka jajah itu, supaya semua menuruti Pendidikan Barat, sampai kepada soal kepercayaan dan sampai kepada soal adat kebiasaan, sehingga timbullah satu generasi dari pemuda-pemuda dalam Negara Islam itu yang mengingkari akan kepribadian Islam, sampai mereka benci dan sinis terhadap agamanya sendiri, sampai mereka menghinakan sejarahnya sendiri, dan tergambarlah dalam otak mereka dan hati mereka bahwa kalau ada kebudayaan dalam dunia ini, tidak lain adalah Kebudayaan Barat.

Kalau ada kemajuan, segala kemajuan itu adalah ditimbulkan oleh Barat, kalau ada akhlak dan etika yang tinggi, tidak lain kecuali pada Barat.

Maka kalau ada gerakan yang hendak membangkitkan Kebudayaan, Peradaban dan Kemuliaan Budi yang ingin mengembalikannya kepada Islam, maka orang-orang yang berpendidikan Barat itulah yang akan menjadi musushnya.

Mereka memusuhi Islam lebih dahsyat daripada orang Barat itu sendiri.

Abul A'laa Al-Maududi

Sabtu, 29 September 2012

Manusia Populer

,
Manusia itu ketika masih populer 
samalah dengan pohon berbuah lebat.
Manusia berkumpul mengelilinginya
karena mengharapkan buah itu.

Setelah buah-buahnya habis dipetik
orang pun pergi.
Dia tinggalkan pohon itu 
dalam kekeringan dan rimba belukar.

Hey © 2008 Template by:
SkinCorner